4 Ciri Orang Yang Tidak Tertib Dalam Bayar Hutang
Dalam kehidupan sehari-hari, Kita sering menjumpai bahkan mengalami sendiri dilema hutang piutang. Apapun posisinya, Kita niscaya pernah menjadi pihak yang meminjam, atau bisa juga menjadi pihak yang menunjukkan pinjaman. Kalau untuk urusan hutang pribadi, perseorangan, biasanya dilakukan oleh Orang yang dikenal. Entah itu teman, tetangga, kerabat, bahkan keluarga. Bahkan ada juga, pasangan kekasih yang sudah bisa dikatakan serius tapi tetap terlibat hutang piutang.Pada janjinya, biasanya hutang jangka pendek yang diharapkan. Menentukan waktu sesingkat mungkin, atau sesuai kemampuan. Sayangnya hutang jangka pendek yang diharapkan, biasanya justru menjadi hutang jangka panjang. Yang lebih lagi menjadi hutang yang terlupakan. Perasaan tidak yummy dari pihak yang menunjukkan pinjaman, menjadi alasan hutang tersebut harus direlakan. Karena jikalau terus ditagih, kemungkinan besar justru mengakibatkan tidak baiknya kekerabatan yang sudah dijalani.
Tapi jikalau direlakan begitu saja, kadang pihak yang memberi pertolongan juga sedang membutuhkan uang yang setara dengan yang di hutang oleh Orang terdekatnya. Maka hasil akhirnya, tercipta keadaan yang sangat tidak nyaman, penyakit, bahkan masalah. Kaprikornus sebelum hal itu terjadi, lebih baik ketahui dulu ciri-ciri Orang yang kemungkinan tidak tertib dalam membayar hutang sangat besar. Kaprikornus bisa menunjukkan materi gres untuk pertimbangan.
CIRI-CIRI ORANG YANG TIDAK TERTIB DALAM MEMBAYAR HUTANG
Ada banyak Orang yang lebih dekat
Jika ada Orang yang berusaha meminjam uang dari Kamu, sebaiknya lihat dulu ada berapa banyak Orang yang sewajarnya bisa meminjami uang padanya. Jika kelihatannya sangat banyak akan tetapi Dia justru meminjam uang pada Kamu, artinya Dia punya riwayat yang jelek terhadap orang yang lebih erat dengan Dia, tentunya Orang yang mempunyai kemungkinan besar bisa menunjukkan pertolongan terhadapnya. Kalaupun sebab alasan malu, itu sangat kecil kemungkinannya. Karena intinya Orang lebih bisa menjadi apa adanya dan terbuka pada Orang-orang terdekatnya. Dan kalaupun dengan orang yang hubungannya lebih jauh, biasanya justru berusaha memberi kesan yang lebih baik.
Jumlah yang akan dihutang tidak sesuai
Jumlah yang Dia hutang tidak sesuai dengan kondisi keuangan Dia sendiri. Misalnya saja jikalau dilihat dari pemasukan, kebutuhannya, atau pekerjaannya, kemungkinan Dia bisa membayar sangat kecil. Bisa dikatakan kemampuan Dia dalam membayar sangat pantas diragukan. Apalagi, Dia tidak mempunyai pemasukan tapi berani berhutang untuk sesuatu yang tidak begitu penting.
Janjinya tidak masuk akal
Jika Kamu tahu kondisi Dia, dan secara kecerdikan Dia tidak akan bisa membayar hutang dalam waktu yang dijanjikan, ada kemungkinan Dia aslinya tidak beres jikalau membayar hutang. Biasanya orang menyerupai ini memakai kata sejenis "Besok niscaya Aku bayar, kalau jadi soalnya motor Aku laku", "Ini niscaya sukses, Aku bisa untung banyak jikalau Kamu memberi pertolongan untuk membeli barang itu", "Besok niscaya Aku bayar, soalnya Aku sudah mau dipinjami teman. Nanti buat bayar Kamu".
Punya hutang yang sudah terlalu banyak
Jika Orang sudah punya daftar hutang terlalu banyak, tentunya untuk menutup harus dengan cara gali lubang tutup lubang. Dan kalau keadaannya begitu tentu saja Dia akan sulit jikalau harus melunasi semuanya. Mau tidak mau Dia harus mengorbankan beberapa diantaranya semoga tetap bisa berjalan, atau minimal bertahan hidup. Karena dengan cara gali lubang tutup lubang kemungkinan lancar sangat kecil. Karena Orang menyerupai ini pada beberapa keadaan niscaya alami kesulitan ketika gali lubang.
Sebagai materi pertimbangan, jikalau Kamu memang berniat membantu sebaiknya pastikan Dia benar-benar butuh untuk sesuatu yang penting. Jika untuk sesuatu yang sifatnya kesenangan sebaiknya cari alasan yang sempurna untuk menolak. Dan jikalau Dia benar-benar butuh tapi Kamu ragu untuk dilema kemampuan Dia dalam membayar hutang, relakan saja dalam hati. Syukur-syukur bisa eksklusif rela lahir batin.
Baca juga:
12 Cara Menagih Hutang Pada Teman
10 Kenyataan Saat Teman Tidak Tahu Diri Pinjam Duit.
Comments
Post a Comment