6 Tanda Kau Belum Remaja Untuk Duduk Kasus Cinta

 berbagai yang sudah mengaku Dewasa tapi bersama-sama tidak memperlihatkan kedewasaan sama 6 Tanda Kamu Belum Dewasa Untuk Masalah CintaDalam percintaan, berbagai yang sudah mengaku Dewasa tapi bersama-sama tidak memperlihatkan kedewasaan sama sekali. Apa yang dilakukan selalu memperlihatkan tidak adanya perilaku Dewasa. Dan dari perilaku tersebut, tidak terpikirkan sama sekali bahwa apa yang dilakukan justru memberi dampak jelek baik sesaat atau jangka panjang. Jadi, jikalau gejala ini masih ada pada Kamu, jangan pernah mengakui bahwa Kamu sudah menjadi Dewasa dalam problem percintaan.

Tanda Kamu Belum Dewasa Untuk Masalah Cinta

Posting kemarahan di sosial media
Saat murka atau kesal dengan pasangan, tidak ragu untuk mempublikasikan problem tersebut di sosial media. Bahkan tampaknya sudah menjadi sebuah kebiasaan. Mengumpat, menyindir, dan lain sebagainya, memperlihatkan bahwa Kamu belum bisa Dewasa. Jika ini terjadi, tentu saja bukan dampak baik yang didapatkan. Justru bisa membuat kesan jelek bahkan bisa juga mendatangkan problem lain. Seperti contohnya keraguan dari sosok pasangan, membuat resiko adanya pengganggu, munculnya pihak yang memanfaatkan keadaan itu, dan lain sebagainya. Jadi, setiap hal jelek tidak perlu dipamerkan dan berusaha membuat semua Orang tahu. Memang, kadang Kamu bisa mendapat santunan dari hal itu, tapi tetap saja dampak jelek lebih banyak termasuk juga kesan jelek terhadap Kamu dari Orang-orang yang melihatnya. Sehingga jangan pernah merasa cukup umur jikalau masih sering melaksanakan hal itu.

Menggerutu dan mengumpat untuk problem sepele
Setiap Orang niscaya mempunyai masalah. Termasuk juga problem yang ditimbulkan dari pasangan. Baik besar atau kecil, itu bisa terjadi secara berkala. Jika Kamu masih menggerutu alasannya yaitu problem sepele, itu artinya Kamu belum bisa berpikir Dewasa. Orang dengan referensi pikir Dewasa tidak akan menggerutu apalagi mengumpat alasannya yaitu problem kecil. Mencari solusi yaitu pilihan terbaik yang biasa dilakukan oleh Orang dengan cara berpikir yang dewasa.

Berpikir untuk menyakitinya lebih dulu
Mungkin alasannya yaitu pengalaman masa kemudian yang sudah disakiti, Kamu berpikir lebih baik menyakitinya lebih dulu daripada nanti Kamu yang disakiti olehnya. Itu juga pikiran kekanak-kanakan. Ini tidak memberi arti bagi Kamu tapi justru menawarkan imbas jelek jangka panjang. Nilai Kamu dimata Dia serta kepercayaannya akan turun. Dan selain itu, kalau alasannya yaitu kesalahan itu Dia membalas ketika Kamu sudah mulai nyaman dan fokus pada Dia, kekerabatan Kamu tidak akan tepat lagi. Kemungkinan buruk, ketika Kamu nyaman dan fokus dengan Dia, beliau justru meninggalkan Kamu.

Membalas
Dia mungkin terbukti melaksanakan kesalahan, dan Kamu mempunyai niat untuk membalasnya. Jika menyerupai itu, artinya Kamu belum bisa dewasa. Apalagi Kamu membalas atas dugaan saja, artinya Kamu hanya mengira Dia melaksanakan kesalahan dan berniat untuk membalasnya. Padahal bisa saja bersama-sama Kamu tidak membalas apapun, akan tetapi justru Kamu yang memulainya. Berlaku menyerupai itu, alasannya yaitu jikalau Kamu dewasa, Kamu akan lebih menentukan untuk melaksanakan pencegahan dan tidak memulai problem baru.

Mempersiapkan cadangan
Kamu mungkin merasa ragu dengan keseriusan Dia dalam menjalani hubungan, atau setidaknya Dia tidak selalu bisa menjadi sosok yang Kamu inginkan atau butuhkan. Dengan begitu, untuk memenuhi hasrat eksklusif Kamu, Kamu mempersiapkan cadangan. Dengan adanya ini, maka memperlihatkan Kamu belum bisa Dewasa. Karena jikalau Kamu memang serius dan fokus pada Dia, tidak perlu lagi memerlukan cadangan. Dan Orang Dewasa lebih tahu bahwa cadangan hanya akan membuat kekerabatan yang Anda gampang terjadi masalah. Karena merasa aman, rasa saling menghormati tidak akan terasa berpengaruh lagi. Bahkan rasa takut kehilangan kemungkinan ada sangat kecil, padahal rasa takut kehilangan yaitu jembatan untuk perilaku usaha dan pengorbanan yang lebih. Tanpa itu, pasangan bisa merasa tidak begitu mempunyai arti. Dan itu mensugesti Dia untuk jangka panjang.

Lebih banyak berpikir keuntungan
Sebenarnya ada juga Orang yang lebih banyak memikirkan diri sendiri daripada pasangan. Jika Kamu menyerupai ini, maka Kamu belum bisa berpikir Dewasa. Tapi madjongke.com yakin Kamu tidak menyerupai itu. Dalam kekerabatan cinta, berpikir cukup umur bukan hanya dengan cara berbicara, akan tetapi dalam berjuang juga dalam berkorban. Kamu akan bisa dikatakan Dewasa jikalau Kamu mencar ilmu memberi tanpa berharap apapun. Kalaupun masih berharap mendapat sesuatu, itu bukan alasannya yaitu pemberian Kamu tapi alasannya yaitu Kamu memang berhak untuk mendapat itu. Jika ketika alasannya yaitu tuntutan keadaan Dia tidak bisa memberi bantuan apapun, dan Kamu merasa rugi jikalau berkorban untuk Dia, artinya Kamu tidak bisa berpikir dewasa, pada dasarnya menyerupai itu.
Baca juga:
12 Perbedaan Orang Asli Cuek Dengan Pura-pura Cuek

7 Tanda Orang Yang Praktis Diajak Selingkuh

10 Tanda Si Dia Benar-benar Jodohmu

5 Hal Ini Bisa Membuat Pasangan Kamu Lebih Setia
.

Comments

Popular posts from this blog

Ciri-Ciri Hijab Yang Syar’I

7 Perasaan Yang Buat Kau Sulit Mutusin Pacar

Hasil Usg, Seorang Perempuan Mengandung Bayi Dengan Bentuk Mobil